OBSERVASI SISTEM INJEKSI PADA MESIN DIESEL
Pada hari kamis, 16 november 2023 kami melaksanakan kegiatan observasi mengenai sistem injeksi common rail pada mesin diesel di bengkel Rajawali Perkasa Motor(RPM) di jalan Antang, Palangkaraya.
DESKRIPSI KENDARAAN DIESEL YANG KAMI AMATI
Kendaraan diesel yang diamati Toyota Hilux Double Cabin 2013 kode mesin 2KD-FTV VNT Turbo.
Apa Itu Sistem Injeksi Common Rail?
Common rail merupakan sistem bahan bakar atau mekanisme injeksi pada mobil diesel. Prinsip kerjanya persis seperti EFI pada mobil bensin dengan komponen yang bekerja secara sinergi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. Dengan menggunakan sistem common rail, bahan bakar disimpan dalam sebuah pipa bersama yang disebut "common rail" dan ditembakkan ke injektor oleh kontrol elektronik. Ini memungkinkan injeksi bahan bakar untuk lebih presisi dan terkontrol, sehingga dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi.
Berikut adalah beberapa komponen sistem injeksi (common rail) pada mesin diesel :
1. Common Rail
Mengirimkan bahan bakar dari tangki bahan bakar ke injektor dengan tekanan tinggi dan konsisten.
https://www.akademiotomotifindonesia.com
2. Supply Pump
Untuk menghisap bahan bakar dari dalam tanki, menaikkan tekanannya sampai maksimal 160 Mpa, dan dikirimkan ke komponen common rail.
https://m.indiamart.com/proddetail/supply-pump
3. Injector
Menginjeksikan bahan bakar ke ruang bakar berdasarkan signal dari ECM.
https://moservice.id/news/ciri-injektor-mobil-diesel
4. Fuel Pressure Sensor
Memonitoring tekanan bahan bakar didalam common rail dan mengirimkan signal ke ECM.
amazon.ca/Fuel-Pressure-Sensor-MITSUBISHI-MR560127
5. Pressure Limiter
Untuk mengontrol tekanan bahan bakar agar tetap dalam batasan yang diperlukan untuk menghidupkan sistem common rail dan menghindari tekanan yang terlalu besar.
tokopedia.com/carpart/pipa-pressure-limiter
6. Suction Control Valve
Mengatur volume bahan bakar dari feed pump yang akan menuju plunger.
merlindiesel.com/product/suction-valve
Hasil wawancara yang kami dapat mengenai sistem injeksi common rail pada kendaraan Toyota Hilux Double Cabin 2013 kode mesin 2KD-FTV VNTurbo.
1. History Teknisi
Pada tahap observasi di bengkel RPM ini, kami ditemani langsung bersama bapak Fery yang mana beliau selaku narasumber juga selaku pendiri dan pemilik bengkel. Bengkel Rajawali Perkasa Motor ini sudah berdiri selama 14 tahun lamanya. Latar belakang pendidikan bapak Fery yaitu di SMK dan pernah mengikuti pelatihan di Auto 2000 selama 2 tahun.
2. Pemahaman Kami Tentang Sistem Injeksi
- Sistem injeksi pada mesin diesel ini prosesnya adalah menyimpan bahan bakar yang telah mempunyai tekanan yang dihasilkan oleh supply pump pada common rail. Penyimpanan bahan bakar dengan tekanan tinggi ini common rail dapat menyediakan bahan bakar dengan tekanan bahan bakar yang stabil, tidak terpengaruh oleh cepatnya mesin atau beban mesin.
- Injeksi diesel konvensional dan common rail tidak berbeda jauh, bedanya konvensional menggunakan bosh pump, bisa menyala tanpa adanya api. Cara kerja injeksi diesel hampir menyerupai mobil bensin pada umumnya, ada pipa, common rail dan penyemprotnya menggunakan sistem magnetik pada nozle.
- Komponen utama pada injeksi diesel ini yaitu bahan bakar yang masuk ke dalam pompa manual lalu diteruskan ke supply pump, dilengkapi dengan SCV yang mampu mengontrol bahan bakar pada supply pump. Jika SCV ini mengalami kerusakan, maka suplai bahan bakar dari tangki ke supply pump akan terkunci. Supply pump dengan tekanan sekitar 5000 Psi akan memasukkan bahan bakar ke common rail yang memiliki sensor tekanan dan akan dilanjutkan ke injector yang terkoneksikan oleh sensor as kruk.
3. Perawatan dan Pemeliharaan Pada Sistem Injeksi
- Perawatan sistem common rail ini cukup mudah, harus rutin melakukan pengecekan pada filter bahan bakar agar tidak terjadi penyumbatan pada common rail, supply pump dan injector, yang akan mengakibatkan mobil tidak bisa jalan. Filter udara juga perlu diperhatikan. jika ini kotor, maka kotoran tersebut akan masuk ke ruang bakar yang akan mengakibatkan oblak pada piston(berasap). Melakukan pembersihan throtle body di saluran EGR sebagai tune up besar. Perlu juga menjaga kualitas oktan bahan bakar(pertamina dex), karena ini berperan penting untuk kekuatan tenaga mesin.
4. Pemecahan Masalah Pada Injeksi Common Rail
- Bahan bakar yang digunakan pada common rail ini tidak bisa kotor(bio solar). Diwajibkan dexlite atau pertamina dex, karena bisa mengakibatkan injector tersumbat yang menimbulkan tenaga mesin kurang responsif, mesin pincang dan tiba-tiba mati.
- Untuk melakukan pengecekan serta perbaikan pada injeksin common rail, diwajibkan menggunakan alat scanner yang berguna untuk mendeteksi kerusakan yang sudah diberikan signal oleh sensor ke ecu, sehingga kerusakan dapat terdeteksi agar mempermudah teknisi dalam melakukan penanganan serta perbaikan dan juga penggantian pada komponen yang rusak.
5. Perbedaan Antara Injeksi Diesel dan Bensin
- Perbedaan signifikan antara injeksi diesel dan bensin yaitu pada bahan bakar. Sistem kerjanya hampir sama, menggunakan tekanan tinggi lalu disemprotkan ke ruang bakar, tetapi untuk injeksi diesel memiliki tekanan bahan bakar yang lebih tinggi dibandingkan injeksi bensin. injeksi diesel hanya membutuhkan busi pemanas saja dikarenakan kompresinya lebih tinggi dibanding injeksi bensin. injeksi diesel membutuhkan komponen tambahan yaitu turbocharge, agar power yang dihasilkan lebih besar, tidak dengan injeksi bensin dikarenakan tenaga sudah maksimal.
6. Tantangan dalam Perawatan Sistem Injeksi Diesel
- Untuk tantangan pada injeksi diesel ini adalah harga sparepart yang menjulang mahal. Jika lebih paham bagaimana cara kerja nya, itu akan mempermudah teknisi dalam menaklukkan tantangan di injeksi diesel ini.
7. Trend Teknologi Baru Dalam Injeksi Diesel
- teknologi baru pada mesin diesel sangat banyak, dimana pabrikan akan menambah sensor-sensor pengaman pada sistem diesel zaman dahulu. Mulai dari ecu, common rail, injector dan komponen lainnyayang sudah terdapat pengaman dalam bentuk signal-signal seperti control unit.
- Trend dikalangan saat ini pagi pengguna diesel yaitu remap, dan perlu menggunakan alat scan agar tetap aman dan proses remap tidak melewati batas(overload) yang bisa mengakibatkan mesin jebol.
- Sarannya sangat simpel, kita sebagai mahasiswa harus terjun langsung ke sistem tersebut agar mengetahui sistem itu bagaimana cara kerjanya. Jika hanya melalui materi dan penjelasan, itu kemampuannya hanya sekian persen saja. Jika kita terjun langsung maka akan paham apa yang digerakkan dan apa sensor yang jalan, jadi kita akan mengetahui lebih dalam.
Video Hasil Observasi Di Bengkel RAJAWALI PERKASA MOTOR(RPM)